<img src="https://certify.alexametrics.com/atrk.gif?account=zT0Lu1hNdI20fn" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Daftar / Login

MUSISI

Taylor Swift Hingga Billie Eilish, Inilah 10 Musisi Dunia yang Hobi Mengkritik Donald Trump

1 year ago  •  1926 Melihat  •  713 Menyukai  •  244 Komentar  •  518 Kuis  •  1 Bagikan

Taylor Swift dan Billie Eilish/ Foto: Billboard.com

Perseteruan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan para musisi dunia memang sudah bukan hal baru. Namun belakangan kritikan itu kian berlipat ganda menjelang gelaran Pilpres Amerika Serikat 2020 ini.

Beberapa musisi besar dunia memang tak ragu untuk menunjukan ketidaksukaannya terhadap Presiden 74 tahun itu. Alasannya pun beragam. Mulai dari masalah kebijakan, hingga pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh sang Presiden.

Nah, berikut PeweFeed tampilkan deretan musisi dunia yang hobi mengkritik Donald Trump. Pengin tahu siapa saja? Berikut 10 di antaranya:

1. John Legend

John Legend/ Foto: okezone.com

Penyanyi asal Ohio, John Legend adalah salah satu musisi yang cukup sering mengkritik Trump. Terbaru, suami dari chrissy teigen ini bahkan mengaku bakal pindah negara jika Trump kembali terpilih sebagai presiden. Hal itu terkait dengan ketidakpuasannya terhadap ketkebijakan Trump yang dianggap tidak mencerminkan seorang yang paham demokrasi.

"Kami lahir dan besar di sini, semua keluarga kami ada di sini. Sulit untuk pergi. Tapi saya tidak tahu apa yang harus dilakukan jika Anda memiliki pemimpin yang mencoba menghancurkan demokrasi," ungkap pelantun lagu All of Me tersebut.

2. Taylor Swift

Taylor Swift/ Foto: insider.com

Taylor Swift bisa dibilang cukup sering mengkritik Donald Trump di medsos. Dia pernah menyebut kepemimpinan Trump tidak efektif dan sangat memperburuk krisis yang dihadapi oleh AS.

"Kepemimpinan Donald Trump yang tidak efektif semakin memperburuk krisis yang kita hadapi dan dia sekarang memanfaatkan posisinya untuk untuk membuat kita tidak bisa mengikuti pemilu dengan aman,” ungkap Swift terkait polemik persiapan pemilu pada Agustus lalu.

3. Snoop Dogg

Snoop Dogg/ Foto: billboard.com

Musisi rap Snoop Dogg juga terang-terangan memperlihatkan ketidaksukaannya terhadap Trump dan sikap rasisnya. Musisi bernama asli Calvin Cordozar Broadus Jr ini bahkan membuat album khusus bertajuk "Make America Crip Again" pada 2017 lalu. Album itu sendiri berisi kritikan sang musisi terhadap Trump. Judul albumnya diambil dari slogan kampanye Trump, "Make America Great Again.”

4. Demi Lovato

Demi Lovato/ Foto: Times of India 

Seperti halnya Snoop Dogg, penyanyi Demi Lovato juga membuat sebuah karya yang berisi kritikannya terhadap sosok Donald Trump. Pelantun Heart Attack itu melancarkan serangannya di lagu Commander In Chief yang dirilis bulan lalu.

Commander in Chief berisikan lirik yang tajam seperti “You can’t get enough of shutting down systems for personal gain [Anda tidak bisa cukup mematikan sistem untuk keuntungan pribadi]. Ada pula “We’re in a state of crisis, while you line your pockets deep [Kami dalam keadaan krisis, sementara anda mengisi dompet hingga dalam]".

5. Billie Joe Amstrong (Green Day)

Billie Joe Adams/ Foto: matamatamusik.com

Pentolan grup band Green Day, Billie Joe Amstrong sempat menyebut Trump harus segera angkat kaki dari Gedung Putih. Hal itu ia ungkapkan terkait semua kebijakan sang presiden yang dia anggap terlalu gila.

“Trump sudah harus angkat kaki. Warga Amerika tidak boleh membiarkan Trump berada di Gedung Putih hingga empat tahun lebih lama. Demokrasi kita dipertaruhkan. Bumi kita dipertaruhkan. Kita membutuhkan layanan kesehatan untuk semua. Kita membutuhkan keadilan. Kita membutuhkan kedamaian. Kita membutuhkan reformasi di badan kepolisian,” jelas Billie dalam sebuah unggahan September lalu.

6. Pink

Pink/ Foto: biography.com

Pink dan anaknya sempat dilaporkan terpapar virus corona pada April lalu. Setelah sembuh, pelantun lagu Try itu langsung mengkritik Pemerintahan Donald Trump yang dia sebut tidak  memudahkan tes medis bagi seluruh warga Amerika Serikat.

"Ini merupakan kegagalan pemerintah tidak membuat pengujian media yang lebih mudah diakses. Penyakit ini serius dan nyata. Semua orang harus tahu penyakit ini bisa kena orang tua, anak-anak, yang sehat dan sakit, orang kaya serta miskin," tulis Pink di Instagram.

7. Linkin Park

Linkin Park/ Foto: indomusic.id

Band rock Linkin Park melayangkan somasi terhadap Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump setelah tim kampanyenya menggunakan musik Linkin Park tanpa izin. Selain dianggap sebagai pelanggaran hak cipta, pihak Linkin Park menegaskan bahwa mereka bukanlah pendukung Donal Trump.

"Linkin Park bukan pendukung Trump, dan kami tidak memberi wewenang kepada organisasinya untuk menggunakan musik kami," tulis Linkin Park melalui akun Twitter mereka, Juli lalu. Pernyataan itu kemudian didukung oleh dua persoel Linkin Park, Mike Shinoda dan Joe Hahn.

8. Brendon Urie (Panic at The Disco)

Brendon Urie/ Foto: insider.com

Vokalis Panic! At The Disco, Brendon Urie, murka setelah mengetahui lagunya dipakai tanpa izin dalam kampanye yang digelar oleh Donald Trump beberapa waktu lalu. Saking kesalnya, ia pun sempat memanggil Trump dengan sebutan “Monster”.

"Untuk Tim Kampanye Donald Trump, persetan dengan kalian. Kalian tidak berhak menggunakan lagu ini seenaknya ... Donald Trump tak merepresentasikan apa pun yang kita perjuangkan. Harapan terbesar kita adalah bisa menendang keluar monster ini lewat pemilu di bulan November," cuit Urie.

9. The Rolling Stone

The Rolling Stone/ Foto: guim.co.uk

Mirip seperti kasus Brendon Urie, The Rolling Stone juga tak terima lagunya dipakai Trump untuk kampanya. Selain karena beda pandangan politik, pihak Rolling Stone juga kesal karena lagu-lagunya selalu dipakai tanpa izin oleh sang presiden. Hal ini bahkan berlangsung sejak 2016.

"Kami ingin memperingatkan bahwa tim kampanye Trump tidak diizinkan untuk menggunakan semua lagu Rolling Stone dalam setiap kegiatan kampanye mereka. Jika Donald Trump tetap mengabaikan peringatan ini,  maka ia akan menghadapi tuntutan hukum,” ujar pihak Rolling Stone.

10. Billie Eilish

Billie Eilish/ Foto: medcom.id

Dalam Konvensi Demokrat Amerika Serikat yang digelar pada Agustus lalu, Billie Eilish menyampaikan kritikan kerasnya terhadap Trump. Menurutnya, Trump hanya akan menghancurkan Amerika Serikat jika terus berada di Gedung Putih.

"Kami membutuhkan pemimpin yang akan menyelesaikan masalah seperti perubahan iklim dan Covid, bukan menyangkal mereka. Pemimpin yang akan melawan rasisme dan ketidaksetaraan sistemik. Itu dimulai dengan memilih seseorang yang mengerti berapa banyak yang dipertaruhkan," papar Eilish kala itu.

Nah, kalian sendiri termasuk pengkritik Trump atau pendukungnya?

Tulisan ini dibuat oleh tim PEWEFEED.COM dari berbagai sumber
Menyukai
(+1 Poin)
Komentar
(+3 Poin)
Kuis
(+20 Poin)

Paling Populer di lagu

lagu