<img src="https://certify.alexametrics.com/atrk.gif?account=zT0Lu1hNdI20fn" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Daftar / Login

PENELITIAN

Hasil Penelitian, Monyet Bali Terlatih Curi Barang Mahal Untuk Ditebus Makanan

1 month ago  •  530 Melihat  •  227 Menyukai  •  49 Komentar  •  121 Kuis  •  0 Bagikan

Bule dan moyet di Bali/ Foto: Kumparan

Studi yang diterbitkan di jurnal sains Royal Society mengungkapkan bahwa monyet di Pura Uluwatu Bali sengaja mencuri barang berharga milik wisatawan untuk ditukar dengan makanan. “Kepintaran” hewan-hewan tersebut dalam melakukan barter, bahkan dipercaya sebagai sesuatu yang baru dan belum pernah ditemukan di jenis primata lainnya.

Dalam proses penelitian selama 273 hari, para peneliti dari Universitas Lethbridge, Kanada, dan Universitas Udayana, Indonesia, menemukan bahwa monyet ekor panjang di Pura Uluwatu cukup cerdas dalam mengenali barang mana yang memiliki nilai tinggi. Mereka paham bahwa semakin berharga barang yang diambil, maka semakin banyak jumlah makanan yang mereka terima.

Adapun barang-barang yang biasa diambil oleh para monyet kebanyakan adalah tas, topi, kacamata hitam, tablet, dan ponsel. Barang-barang curian itu biasanya akan ditahan sampai wisatawan menawarkan tebusan yang dianggap sesuai, seperti telur mentah, buah, dan kerupuk.

Foto by: Pikist

“Kami merekam bagaimana para monyet menatap pengunjung, mendekatinya secara diam-diam, mengambil sebuah benda, dan kemudian melangkah pergi untuk menunggu barter yang sesuai dengan benda yang mereka curi,” tulis para peneliti di jurnal mereka.

Lebih lanjut, para peneliti pun menyimpulkan bahwa selain mampu memanfaatkan barang mewah untuk meminta imbalan makanan tertentu, monyet-monyet tersebut juga memiliki kemampuan barter yang kian meningkat seiring bertambahnya usia dan pengalaman mereka.

Hal tersebut terlihat dari bagaimana monyet dewasa menolak memberikan barang jika makanan yang ditawarkan tidak sesuai nilai pertukaran. Sementara monyet yang lebih muda tidak terlalu menghiraukannya.

"Ada asosiasi perilaku yang jelas antara harga barang yang dicuri dan nilai tebusan yang mereka inginkan. Monyet tua lebih pandai memilih barang yang jauh lebih mahal, sementara yang muda tidak terlalu menghiraukannya" kata peneliti.

Foto: Grid.Id

Terlepas dari kenakalan para monyet di Bali, nyatanya mereka tak seberbahaya monyet-monyet di tempat lain. Contohnya seperti di India, di mana monyet-monyet memakan tanaman petani, menyerang rumah, hingga mengambil sampel darah dari tes virus Corona.

Sementara di Lopburi, Thailand, monyet menunjukkan aksi yang lebih agresif selama pandemi virus Corona. Hal ini karena kedatangan turis di lokasi wisata tersebut nol. Padahal, monyet sudah terbiasa mendapatkan makanan dari pemberian wisatawan.

Tulisan ini dibuat oleh tim PEWEFEED.COM dari berbagai sumber
Menyukai
(+1 Poin)
Komentar
(+3 Poin)
Kuis
(+20 Poin)

Paling Populer di newstainment

newstainment