<img src="https://certify.alexametrics.com/atrk.gif?account=zT0Lu1hNdI20fn" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Daftar / Login

GADGET

Huawei Diprediksi Akan Sukses di Masa Depan

3 years ago  •  773 Melihat  •  17 Menyukai  •  16 Komentar  •  0 Kuis  •  0 Bagikan

Saat ini Huawei sedang terjebak ditengah-tengah ketegangan perdagangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Cina. Sampai kepala bisnis konsumen perusahaan Eropa, Walter Ji, melontarkan kekecewaannya dengan mengatakan jika  "Huawei diperlakukan tidak adil," dilansir dari sebuah situs Wired.

Situasi kedua negara makin memanas setelah Presiden Donald Trump, melontarkan komentar bernada sindiran kepada menteri China Xi Jinping di KTT G20 di Osaka, Jepang. Dengan mengatakan bahwa Huawei masuk kedalam buku daftar hitam milik AS.

"Perusahaan AS dapat menjual peralatan mereka ke Huawei," kata Trump pada konferensi pers. "Kami berbicara tentang peralatan di mana tidak ada masalah keamanan nasional yang besar dengannya."

Entah apa maksud Presiden Trump mengeluarkan pernyataan seperti tersebut apakah itu sebuah ancaman atau justru dukungan? Bukan tanpa sebab karena Huawei merupakan pembuat smartphone nomor dua di dunia dan pion terakhir dalam negosiasi perdagangan AS dengan China.

Hasil gambar untuk huaweiT3

Tapi tidak mungkin sebuah dukungan karena Huawei sudah masuk daftar buku hitam di perusahaan dagang milik AS, apalagi ditambah dengan panasnya situasi dagang kedua negara yang mengakibatkan matinya bisnis Huawei, perusahaan yang bergantung pada sistem operasi Google Android dan prosesor ARM untuk perangkat mobile-nya (chipset Kirin Huawei didasarkan pada desain ARM), ditambah semua chip dari Intel dan Microsoft Windows yang menggerakkan bisnis komputernya.

Ji menolak untuk mengomentari arti atau dampak potensial dari kata-kata Trump, dengan mengatakan terlalu dini untuk menarik kesimpulan. Namun bosnya, dan pendiri Huawei, Ren Zhengfei, lebih jauh mengatakan kepada Financial Times bahwa relaksasi tidak akan "berdampak banyak" pada bisnis Huawei.

Seorang analis di CCS Insight, Geoff Blaber, mengatakan "Yang terpenting, Huawei tetap berada dalam daftar hitam, sehingga pasokan teknologi tertentu masih dapat dianggap sebagai ancaman bagi keamanan nasional."

Sehingga Huawei coba untuk mencari petunjuk serta jalan keluar demi kelangsungan bisnis mereka selanjutnya, Ji juga sudah berusaha keras untuk meyakinkan publik bahwa Huawei bukan smartphone yang merusak keamanan nasional AS.

Dia mengeluarkan daftar panjang proyek yang menurutnya menunjukkan niat baik Huawei dari proyek melek huruf untuk anak-anak tuli, hingga AI yang mendukung para ilmuwan memantau dan memerangi pembalakan liar di Amerika Tengah, hingga pengenalan wajah yang membantu orang yang buta atau tunanetra.

Analis pasar seluler Carolina Milanese percaya bahwa komentar terakhir Trump dapat meningkatkan Huawei coba untuk memasok ARM dari negara lain, karena perusahaan dapat berargumen bahwa teknologi ini tersedia di negara-negara lain di luar AS.

Hasil gambar untuk huaweieraphone

Sehingga dibeberapa tahun kedepan kemungkinakan Huawei bisa bangkit, ditambah dengan fakta bahwa Huawei adalah pemimpin dunia dalam teknologi 5G, setelah menghabiskan jutaan dolar untuk penelitian dan pengembangan dalam beberapa tahun terakhir.

Ini adalah masalah yang sangat besar di Eropa, di mana peralatan Huawei sudah sangat tertanam dalam jaringan operator. "Pasar membutuhkan Huawei untuk inovasi dan persaingan,". Beberapa bulan yang lalu, Huawei menjadi berita utama dengan klaim bahwa ia memegang portofolio paten terbesar di dunia. Sementara kualitas selalu lebih penting daripada kuantitas, itu menunjukkan perusahaan sangat memperhatikan R&D.

"Berada di ujung tombak teknologi diperlukan untuk bersaing dalam bisnis jaringannya," kata Daniel Gleeson, seorang analis di Ovum. Khususnya di pasar konsumen, Huawei hanya dapat membebankan premi dan bersaing dengan Samsung dan Apple jika berinvestasi besar dalam teknologi dan inovasi baru. Huawei secara efektif melawan pandangan banyak konsumen Barat tentang perusahaan-perusahaan Cina yang menghasilkan tiruan murah dan tidak memiliki hak original dari mereka sendiri.

Pada akhirnya, bisnis telepon pintar Huawei adalah masalah nyata perusahaan. Di Cina, Huawei akan terus mendominasi dengan ponsel 5G-nya, sementara Samsung dan mungkin LG akan berada di belakangnya.

Patut ditunggu apakah prediksi tersebut bakal terjadi di masa mendatang?

Tulisan ini dibuat oleh tim PEWEFEED.COM dari berbagai sumber
Menyukai
(+1 Poin)
Komentar
(+3 Poin)
Kuis
(+20 Poin)

Paling Populer di tekno

tekno