<img src="https://certify.alexametrics.com/atrk.gif?account=zT0Lu1hNdI20fn" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Daftar / Login

INOVASI

Khawatir Hutan Gundul, Teknologi Menemukan Kertas yang Terbuat Dari Batu

2 years ago  •  2400 Melihat  •  36 Menyukai  •  45 Komentar  •  161 Kuis  •  0 Bagikan

Kertas terbuat dari batu/ Foto: moneygossips.com

Teknologi lingkungan terbaru berhasil menciptakan kertas yang sebagian besar bahannya terbuat dari puing-puing tambang dan konstruksi.

Tidak diragukan lagi, pembuatan kertas berasal dari pohon-pohon yang dihaluskan. Tapi baru-baru ini, Karst Stone Paper dan sejumlah merek lain berharap masyarakat dapat mengadopsi alternatif yang terbuat dari batu.

Alternatif baru yang inovatif ini menghasilkan jenis kertas yang tahan air, tahan lama dan lebih ramah lingkungan, Karst dan perusahaan kertas batu lainnya berpendapat, tidak ada pohon yang dibutuhkan dalam pembuatannya.

Tentu saja, kertas tersebut juga tidak mengandung pemutih dan hanya butuh sedikit air. Bahkan, penemuannya kini mendapat perhatian yang cukup meriah sehingga membuat sebagian besar pabrik kertas tradisional merasa tersaingi.

Debu batu mungkin tidak terdengar layak digunakan sebagai bahan yang ideal untuk kertas, tetapi kenyataannya bahan tesebut berfungsi dengan baik. Kertas Karst terbuat dari sekitar 80% kalsium karbonat, yang merupakan bahan utama dalam batu kapur dan marmer.

Pemasok dari Taiwan, Taiwan Lung Meng Advanced Composite Materials, melumatkan batu yang tersisa dari konstruksi dan penggalian.

Mereka menggabungkannya dengan plastik sebagai perekat, lalu mengompresnya dengan rol besar hingga kertas menjadi tipis.

Hasil gambar untuk Karst Stone PaperKarst/ Foto: ytimg.com

Manfaat lingkungan dari kertas yang terbuat dari batu ini masih belum sepenuhnya jelas. Penelitian akan berlanjut terutama terkait dengan beberapa batasan serius pada bahan daur ulang.

Tetapi inovasi ini adalah salah satu contoh dari pemikiran mendasar untuk produk yang lebih ramah lingkungan.

Karst Stone Paper yang berbasis di Australia, awalnya hanya menjual buku kecil seharga $ 20 dan berharap dapat memperluas produksi berupa kertas printer. Sementara perusahaan yang lainnya termasuk ImStone, A Good Company, Rockstock dan FiberStone, juga telah mengikuti jejak untuk memproduksi kertas berbahan batu ini.

Beberapa perusahaan yang menggunakan kertas batu mulai merambah produksi untuk barang-barang seperti label, tas, kemasan dan bahkan baki makanan.

Hasil gambar untuk karst bikin kertas dari batuBatu untuk kertas/ Foto: theconversation.com

Seperti apa tampilan kertas batu itu? Buku catatan Karst Stone Paper yang tampak ringkas ternyata baik untuk membuat catatan dengan pena, sama seperti kertas biasa.

Kertas batu sama sekali tidak menggunakan pohon, yaitu sumber daya yang semakin menipis karena banyaknya hutan yang menghilang. Penemuan inovatif ini tentu akan menyelamatkan hutan yang selama ini semakin berkurang dengan laju tahunan sekitar 13.000 mil persegi per tahun menurut data PBB.

Banyak kertas yang diproduksi berasal dari pohon yang ditanam oleh industri kehutanan dan khusus untuk dipanen nanti.

Sebaliknya, kalsium karbonat adalah mineral umum yang dalam kasus kertas batu dikumpulkan dari limbah pertambangan dan konstruksi.

Dengan laju pembuatan kertas batu saat ini, masyarakat nanti mungkin akan lebih akrab dengan bahan seperti kalsium karbonat yang umum disebut kapur.

Dalam pembuatannya, kertas dari batu ini hanya membutuhkan air yang lebih rendah. Produksi kertas batu membutuhkan 27 galon air per metrik ton. Dibandingkan kertas dari pohon, air yang dibutuhkan sekitar 15.500 galon, kata Karst.

Tulisan ini dibuat oleh tim PEWEFEED.COM dari berbagai sumber
Menyukai
(+1 Poin)
Komentar
(+3 Poin)
Kuis
(+20 Poin)

Paling Populer di tekno

tekno