<img src="https://certify.alexametrics.com/atrk.gif?account=zT0Lu1hNdI20fn" style="display:none" height="1" width="1" alt="" />
Daftar / Login

TEKNO

Teknologi Makanan Siap Saji Di Luar Angkasa

3 years ago  •  740 Melihat  •  20 Menyukai  •  26 Komentar  •  6 Kuis  •  0 Bagikan

Perbekalan sebelum perjalanan ke luar angkasa harus diperhitungkan. Bekal yang dibawa harus memenuhi kebutuhan kalori dan nutrisi harian para astronot. Kekurangan perbekalan di luar angkasa akan sangat menyusahkan karena terbatasnya sumber daya dan jauhnya jarak jangkau dari bumi.

https://media.beritagar.id/2018-12/a4e9452c2488aa88eae8c395808966566d0c1f9b.jpgberitagar.id

Di luar angkasa para penjelajah ini tidak bisa memasak. Proses memasak sendiri memerlukan bantuan gravitasi yang memungkinkan bawang tidak melayang ke arah muka. Selain itu api dan tempat pendingin sangat di larang untuk digunakan di dalam pesawat. Kekurangan-kekurangan inilah yang menyebabkan dibuat teknologi untuk pengawetan makanan bagi astronot.

Bentuk Tube

Teknologi pertama yang dibuat NASA adalah memasukan makanan dalam bentuk Tube. Ketika pertama kali Neil A menjelajah luar angkasa dan mendarat di bulan, perbekalan untuknya dimasukan dalam bentuk tube. Di dalamnya dimasukan pure daging dan brokoli dan cara memakannya hanya tinggal disedot.

https://asset.kompas.com/crops/3cT-xIQgFC17Sy5IuvlcZYzF-Zo=/0x0:780x390/780x390/data/photo/2018/08/16/574728739.jpgkompas.com

Untuk rasa, para astronot sepakat bahwa rasa tidak seenak makanan di bumi. Sama seperti makanan dalam pesawat terbang komersil hal ini dikarenakan kurangnya gravitasi dalam menikmati sajian. Padahal bahan masak dan cara masaknya pun disamakan dengan yang ada di bumi.

Minuman  Serbuk

Tahun 60an NASA merilis perbekalan astronot terbaru. Salah satunya dengan meluncurkan minuman serbuk. Teknologi yang didasarkan dari perusahaan Tanng ini menjadi sangat popular dan efisien di kalangan penjelajah luar angkasa. Mudahnya penyajian dengan hanya mencampurkan air dan serbuk.
Tentu saja air dicampurkan dengan menginjeksi wadah agarserbuk tidak menyebar kemana-mana. Semakin tahun teknologi semakin diperbarui dengan memvariasikan jenis serbuk menjadi berbagai minuman yang mengandung cukup vitamin, mineral dan zat-zat mikro lainnya.

Pengeringan Makanan

https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/lbjAnvyGiN3YJ_AzN6Kh-fJalyA=/640x360/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1819514/original/046158300_1514986240-s73-20236.jpgakamaized.net

Makanan yang dikeringkan menjadi pilihan lain untuk para astronot. Mereka mengeringkan makanan tersebut dan mengemasnya ke dalam plastik-plastik kedap udara. Jadi para astronot hanya tinggal menginjeksikan makanan yang dimiliki dengan air. Makanan yang sering disajikan misalnya telur orak arik, kari ayam bahkan udang dengan saus koktail.

Makanan Kemasan

Semakin tahun jenis makanan astronot semakin bervariasi. Kini mereka bisa dengan mudah menikmati makanan dengan rasa dan jenis yang banyak. Para ilmuan NASA berhasil menciptakan wadah kedap udara untuk membawa perbekalan para astronot. Makanan pun tidak perlu dinjeksi air dan bisa langsung dinikmati.

Umumnya mereka membumbui dengan lebih banyak rempah dan membuat saus menjadi lebih kental. Kantong makan disealing untuk menyumbat agar tidak ada air dan udara yang tercampur. Sealing ini akan menghentikan pertumbuhan jamur. Teknologi ini bertambah menakjubkan karena kemasan ini dapat menghangatkan sendiri.

Inovasi yang dilakukan para ilmuan penjelajah luar angkasa terus berkembang. Kedepannya mereka akan mengembangkan bahan makanan yang bisa bertahan lebih dari 5 tahun. Selain itu mengembangkan bahan makanan hidup di luar angkasa.

 

Tulisan ini dibuat oleh tim PEWEFEED.COM dari berbagai sumber
Menyukai
(+1 Poin)
Komentar
(+3 Poin)
Kuis
(+20 Poin)

Paling Populer di tekno

tekno